Senin, 15 Desember 2014

Artkel tambahan (Hewan Berfotosintesis)

Selama ini kita telah memahami bahwa organisme autotrof yang mampu menyusun bahan organik melalui proses fotosintesis adalah tumbuhan. Hewan dan manusia hidup secara heterotrof sehingga tidak bisa melakukan proses tersebut. Karena itu hewan dan manusia mengambil bahan organik untuk makanan dari tumbuhan.
Tampaknya konsep tersebut tidak berlaku bagi hewan yang termasuk siput laut (Elysia chlorotica), karena meskipun termasuk hewan ternyata  dia memiliki klorofil yang bisa digunakan untuk melakukan fotosintesis. Inilah hewan bersel banyak yang mampu berfotosintesis!
 Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis
Lihat foto tersebut. Tubuh siput itu secara alamiah berbentuk mirip lembaran daun dengan permukaan yang lebar. Ini sangat efektif untuk menangkap lebih banyak cahaya yang diperlukan dalam fotosintesis.
Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa yang telah mempelajari mahluk unik tersebut selama 20 tahun mengatakan bahwa siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Diduga, hewan tersebut "mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau (klorofil) atau kloroplas dan dipakai untuk melakukan fotosintesis. Dengan cara ini ia mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk membentuk bahan organik sebagai sumber makanan, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi. Persis seperti tumbuhan.
Pierce mengumpulkan sejumlah hewan tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan. Asal diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan! Wow!
Untuk mengetahui apakah siput ini benar-benar membentuk klorofil sendiri, para peneliti menggunakan pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan ‘mencurinya’ dari pigmen klorofil alga. Ternyata, siput-siput ini mampu mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga sifat ini bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.
Anak-anak siput yang sudah "mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa "mencuri" banyak kloroplas.
Inilah foto berbagai bentuk siput unik tersebut.
 Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis
 Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis
 Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis Elysia chlorotica : Siput yang bisa melakukan fotosintesis 
Sumber : http://biologimediacentre.com/elysia-chlorotica-siput-yang-bisa-melakukan-fotosintesis/

Praktikum 1 (Mikroskop dan Cara Penggunaannya)

Praktikum1
Mikroskop dan Cara Penggunaannya
Pendahuluan
Berdasarkan atas sumber sinar dan jenis alat pembesarannya, ada dua jenis mikroskop yaitu : mikroskop biasa atau mikroskop optik/ cahayadan mikroskop elektron. praktikum kali ini akan diperkenalkan mengenai mikroskop optik/ cahaya.

Bagian-bagian Mikroskop



·        Lensa Okuler
·        Tabung Mikroskop
·        Tombol pengatur fokus kasar
·        Tombol pengatur fokus halus
·        Revolver
·        Lensa Objektif
·        Lengan Mikroskop
·        Meja Preparat
·        Penjepit Objek Glass
·        Kondensor
·        Diafragma
·        Reflektor/cermin
·        Kaki Mikroskop


Fungsi Dari Bagian Mikroskop : 

1. Lensa Okuler
untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
3. Tombol pengatur fokus kasar
Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat
4. Tombol pengatur fokus halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat
5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop
8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
9. Penjepit Objek Glass
Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop
11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop
12. Reflektor/cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
13. Kaki Mikroskop
Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.


Cara Kerja :


    Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

    Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

    Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

 Tugas :
Amati preparat yang diberikan dibawah mikroskop. gambarlah objek yang terlihat dan beri keterangan gambar, sertakan perbesaran yang digunakan

Hasil Pengamatan :

Hasil foto sel Elodea

Perbesaran : 10x10

Gambar sel Elodea

  

Hasil Laporan Kelompok 6 :
Disusun oleh : Muhlas, Irine, Mardiana L, Maulina, Berliana Oka (PBB 2014)